Jumat, 13 Mei 2011

Amir Marsudin : PENSIUNANPOS MENJERIT


Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Pensiunan Pos (PPPos), H. Amir Marsudin sebagaimana dimuat dalam Harian Umum Pikiran Rakyat (12/5) dan dimuat dalam La Poste yang dikelola oleh H. Tjetjep Djuhanda mengatakan, sudah waktunya pemerintah mendengar jeritan para pensiunan pos dan selanjutnya melakukan perubahan-perubahan dengan meningkatkan Manfaat Pensiun mereka yang kini sangat rendah.

Pensiunan PT Pos Indonesia menuntut kenaikan manfaat pensiun mereka karena uang pensiunan yang mereka terima saat ini sudah sangat tidak memadai dengan kebutuhan yang ada Apalagi dalam 12 tahun terakhir, relatif tidak ada kenaikan dalam besaran uang pensiun mereka.

"Saat ini keadaan sosial ekonomi pensiunan pos sangat memperihatinkan. Manfaat pensiun yang kami terima sangat rendah jika dibandingkan dengan pensiunan PNS (pegawai negeri sipil)," ujar Ketua Umum Persatuan Pensiunan Pos Indonesia (PPPOS), Amir Marsudin, Rabu (11/5).

Dikatakan, pensiunan pos dengan pangkat tertinggi (golongan IV) saat ini hanya mendapatkan Rp 1,4 juta/bulan (hanya 45% dari pensiunan PNS dengan golongan sama). Rata-ra-ta-rata pensiunan Pos mendapatkan Rp 450.000 (29% dari rata-rata PNS), sedangkan pensiunan terendah hanya mendapat Rp 137.500/bulan (24% dari pensiunan PNS terendah).

Kondisi tersebut menurut Amir, membuat pensiunan pos menjerit karena kesulitan me-nutupi kebutuhan hidup mereka. Berbagai usaha sudah mereka lakukan lebih dari sepuluh tahun lalu agar manfaat pensiun mereka bisa lebih baik. Mulai dari mempertanyakan kepada Direksi PT Posindo secara formal maupun informal, ke Menteri BUMN, sampai ke Presiden, tetapi sejauh ini belum ada hasilnya.

Minimnya tanggapan dari pemerintah, menurut Amir, cukup menyedihkan, mengingat selama ini pensiuan pos tersebut sebenarnya banyak mengabdi kepada negara. Baik sebagai pejuang revolusi, bertugas menjalankan kantor pos di pelosok-pelosok agar bisa menjaga negara kesatuan RI maupun ke pengoperasian pos di daerah perbatasan untuk penanda kedaulatan RI.

"Dalam waktu dekat ini kami akan meminta bantuan DPR. Mudah-mudahan ada jalan. Karena 16.019 pensiunan pos yang tersebar di seluruh Indonesia saat ini hidup memprihatinkan. Lebih dari 90% dari mereka hidup dengan mengandalkan pensiunan yang minim," katanya.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan dan Umum, PT Da-penpos (Dana Pensiun Pos),

Mohammad Sabarudin, membenarkan belum adanya kenaikan besaran uang pensiunan pos. Karena sebagai pengelola dan pensiun pos, pihaknya memang belum menerima setoran untuk penambahan manfaat pensiun.

Menurut dia, kebutuhan dana untuk manfaat pensiun, setiap tahunnya mencapai Rp 87 miliar. Untuk memenuhi itu pihaknya mendapat dana dari PT Pos Rp 27 miliar dan sisanya ditutupi dari hasil usaha dan berbagai sumber lain.

"Memang untuk menaikkan manfaat ini harus hati-hati karena besarannya cukup signifikan. Tetapi, saya yakin jika kemampuan keuangan PT Pos meningkat, manfaat untuk pensiunan ini akan bisa segera dinaikkan," katanya.

Sementara itu, dalam surat untuk PPPOS, tertanggal 20 April 2011, Dirut PT Pos Indonesia, I ketut Mardjana mengatakan, pihaknya sudah mencari cara untuk membuat solusi memperbaiki program pensiun. Namun, dari hasil analisis dan perhitungan, semuanya berujung pada kebutuhan dana yang mencapai triliunan.

Menurut dia, PT Pos tidakmemiliki kecukupan untuk itu. Apalagi, dari hasil valuasi manfaat program pensiun sampai 31 Desember 2010, pihaknya masih defisit Rp 36,7 miliar Karena tak bisa dipenuhi perusahaan, direksi lalu mengajukan usulan bantuan pendanaan kepada pemerintah.

"Bulan Oktober 2010 mengirimkan surat kepada Menko Ekonomi dengan tembusan pada menteri-menteri terkait, 25 Januari 2011 melakukan pertemuan dengan Dapenpos dan Deputi Urusan BUMN, dan pada 22 Februari 2011 kami sudah mengirimkan TOR usulan peningkatan kesejahteraan pensiunan PT Pos sesuai hasil pertemuan sebelumnya," katanya. (A-135). Dikutip Oleh Chairul Anwar.

Jumat, 06 Mei 2011

SARASEHAN RPP TTG PENYELENGGARAAN POS


Dalam pembahasan di dua kali rapat bulan Mei, Pengurus PPPos Wilsus sepakat membentuk Panitia Sarasehan yang akan menampung masukan-masukan dari Para Pensiunan (Senior People) ex Kantor Pusat untuk disampaikan kepada PT Pos Indonesia sebagai usulan untuk mengisi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pos yang akan disusun oleh pemerintah. Panitia Sarasehan yang dikomandoi oleh Marto WS, di bulan Mei ini akan mengundang 50 orang Senior People ex Kantor Pusat Lulusan Akademi PTT/Pos/Diktipos mulai Angkatan I (1954) s/d Angkatan XVI (1980).
Sebelum Sarasehan, para undangan akan diberikan materinya berupa Undang Undang Nomor 38 Tahun 2009 tentang Pos dan Matrik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Pos.
UU tentang Pos itu mulai berlaku tanggal 14 Oktober 2009 dan diundangkan dengan penempatannya dalam Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 146, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5065.

Sarasehan diharapkan dapat dihadiri oleh seluruh undangan yang oleh Panitia akan dikemas sedemikian rupa sehingga mempunyai atmosfir santai, hangat, tidak tegang namun diharapkan dapat membuahkan usulan pemikiran yang maju, inovatif dan aplikatif untuk kemajuan perposan di Indonesia. (Chairul Anwar).

Kamis, 17 Februari 2011

PUISI UNTUK DAPENPOS

Hari ini, Kamis 17 Februari 2011 bertempat di Lantai 8 Gedung Wahana Bhakti Pos telah berlangsung Temu Kangen Dapenpos dengan Persatuan Pensiunan Pos. Pengurus Dapenpos mengundang 70 pensiunan pos yang mewakili berbagai unsur. Dialog dalam acara temu kangen ini berlangsung cukup hangat dan akrab.
Dari dialog yang berlangsung hampir 4 jam ini menghasilkan beberapa kesimpulan, antara lain Dapenpos akan memugar dan memperluas Gedung Dapenpos di Jalan Tasikmalaya No. 2 Bandung menjadi 2 lantai tanpa merubah wajah depan gedung yang berkesan antik. Biaya pembangunan diperkirakan 2 milyar lebih tanpa mengganggu dan mengurangi kewajiban-kewajiban Dapenpos membiayai dan membayar manfaat pensiun. Di gedung baru yang diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2011 ini, Perhajipos, IKKP dan PPPos akan mendapatkan fasilitas ruangan tanpa dipungut biaya bila akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatannya. Akan diusahakan pelaksanaan pembayaran pensiunan oleh kantorpos dapat dilakukan kembali di Gedung baru ini.
Disimpulkan pula bahwa untuk kegiatan dialog seperti ini dimasa datang akan mengikutsertakan pula fihak Pendiri agar para pensiunan bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
Salah seorang peserta bernama H. Nawi Nasution,SH mewakili PPPos Wilayah Jabar berkesempatan membacakan Puisi berjudul Dapenpos sebagai berikut:

DAPENPOS

  • Dari dahulu engkaulah kebanggaanku,
  • Aku berjuang habis-habisan untukmu,
  • Penuh peluh seluruh tubuhku,
  • Engkau kini telah menjadi Ratu,
  • Namun engkau lupa kepada pendahulumu,
  • Pensiunan Pos maksudku,
  • Orang-orang yang memperjuangkanmu,
  • Buahnya engkau duduk disampingku,
  • Bandung Plaza sungguh indah,
  • Hampir musnah dimakan api,
  • Tidak ada manusia tidak bersalah,
  • Kecuali Nabi-Nabi.
  • Kalau ada jarum yang patah,
  • Jangan simpan dalam peti,
  • Kalau ada tutur kata yang salah,
  • Jangan simpan dalam hati.

Bandung, 17 Februari 2011
NANAS

Sabtu, 25 Desember 2010

Kapan Manfaat Pensiun Pos Setara PNS ?


Sudah merupakan keinginan bersama para pensiunan BUMN untuk menerima Manfaat Pensiunannya setara dengan pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Demikian pula keinginan tersebut ada dan telah melekat sejak lama disanubari para pensiunan pos. Keinginan tersebut sudah berulangkali disampaikan kepada Dapenpos, Pendiri bahkan pemerintah dalam hal ini Presiden dan anggota DPR RI.

Sejauh ini baru Pensiunan Kereta Api yang mempunyai nasib lebih baik dibandingkan dengan pensiunan BUMN lainnya. Berkat perjuangan bersama di tubuh mereka yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Pensiunan Kereta Api dan didukung semua fihak terutama Serikat Pekerja Kereta Api, maka mereka berhasil mendapatkan Manfaat Pensiun setara dengan Pensiun PNS.
Selamat bagi FKPKA, dan kapan pensiunan POS menyusul mendapatkan berkah yang seperni ini. Wallahu.

UNIT KORWIL PPPOS

Unit Koordinator Wilayah PPPos Wilayah Khusus Kantor Pusat sejumlah 6 Unit setelah melalui kajian yang cukup intensif dan dengan mengacu pada AD/ART yang telah diubah dalam Munas IV/2009 PPPos, dalam rapat pengurus PPPos Wilsus tanggal 28 Oktober 2010 berhasil terbentuk.
Unit Koordinator Wilayah ini setingkat Cabang. Pembagian wilayah kerjanya mirip dengan pembagian wilayah pemerintahan setempat.
Pengawakan Unit Koordinator Wilayah inipun sudah melalui pembahasan yang cukup teliti. Kesulitan mencari anggota yang bersedia menjadi pengurus juga cukup sulit. Namun akhirnya pengurus Wilsus berhasil mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Pengurus Baru PPPos Wilsus Kantor Pusat

Masa kepengurusan Persatuan Pensiunan Pos (PPPos ) Wilayah Khusus Kantor Pusat periode 2005-2010 telah usai.
Pada Rabu 15 Desember lalu, melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) I PPPos Wilsus Kantor Pusat terpilih pengurus baru yang dipimpin oleh H. Marto Wirawan yang semula menjabat sebagai Ketua Unit Koordinator Wilayah Bandung-Ujungberung.
Muswil I yang berlangsung satu hari bertempat di ruang rapat Intranet Lantai 8 Gedung Wahana Bhaktipos jalan Banda No. 30 Bandung, selain menelorkan pengurus baru juga berhasil menyusun program kerja pengurus 5 tahun kedepan.
Muswil I dibuka oleh Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Sutoro, sebagai pejabat ex officio Ketua Penasehat PPPos Wilsus Kantor Pusat.

Rabu, 24 November 2010

PUSAT KESEHATAN KATAMSO

Rapat Pengurus PPPos Wilsus bulan Nopember yang lalu, membahas rencana penyatuan layanan kesehatan/poliklinik terpusat di satu tempat yakni di Jalan Katamso.
Selama ini layanan poliklinik diselenggaranan Pos Indonesia dibeberapa tempat, yakni di Sari Asih, Di Jalan Jakarta dan di Jalan Katamso.
Pos Indonesia akhir-akhir ini mempunyai rencana untuk menyatukan layanan-layanan yang tersebar ini di satu tempat yakni di Jalan Katamso. Manajemen pos bukan hanya ingin menyatukan layanan polikliniknya tetapi juga mempunyai inisiatif untuk meningkatkan layanannya. Antara lain poliklinik akan buka 24 jam. Selain pelayanan pemeriksaan dokter umum dibuka pula layanan dokter spesialis. Manajemen berkehendak kepada para Pensiunan dapat ditingkatkan pelayanan kesehatannya.

Wacana ini telah disampaikan Pos Indonesia kepada beberapa pengurus PPPos Wilsus, yakni kepada H. Satimin (Wakil Ketua), Ibu Hj.Marie Sumarni (Bendahara) , H. Tugiman (Bidang Usaha), H. Tjetjep Djuhanda ( Korwil Gedebage). Selanjutnya wacana ini dibahas oleh seluruh pengurus PPPos Wilsus pada rapat pengurus bulan November 2010 lalu.

Manajemen pos berkehendak wacana ini dapat disebar-luaskan kepada para pensiunan lainnya melalui sarana komunikasi PPPos Wilsus yang ada. Disisi lain para pensiunan tentunya berharap Pusat Kesehatan Katamso akan dapat melayani para pensiunan lebih baik dari pada layanan yang sudah ada selama ini.

Muncul pula pada saat dialog dengan para pengurus PPPos Wilsus, bahwa Pos Indonesia akan menggaet INHEALTH untuk bekerja-sama dalam pelayanan kesehatan/Poliklinik Katamso tersebut. Semoga berhasil. (Chairul Anwar)