Senin, 25 Juni 2012

WORLD STAMP CHAMPIONSHIP INDONESIA 2012 DAY 4


BULLETIN HARI KEEMPAT (KAMIS, 21 JUNI 2012)
WORLD STAMP CHAMPIONSHIP INDONESIA 2012
Saman Dance from  Chester Elementary
School.

Tourism Day” menjadi tema di hari keempat
mengadakan City Tour ke Kota Tua, Jakarta.
Dimana tur ini bertujuan untuk mengenalkan
kota-kota tua bersejarah yang ada di Jakarta
World Stamp Championship and Exhibition
2012. Tema hari ini berkaitan dengan agenda
yang panitia berikan kepada para peserta World
Stamp Championship 2012. Pihak penyelenggara
kepada para tamu dari mancanegara.

KIDZ CORNER
Masih di World Stamp Championship and
Exhibition 2012. Di hari keempat, agenda yang
diadakan di Kidz Corner semakin seru. Kali ini,
Kidz Corner mengadakan “Lomba Membuat
Postcard dan Lomba Mewarnai”. Pesertanya
sendiri dari adik-adik sekolah negeri maupun
swasta yang berada di Jakarta dan sekitarnya.
Seperti PAUD Aisyiyah, SD Islam plus Baitul Maal,
SDN 6 Kota Serang, SD Ciputat, Pesanggrahan,
dan teman-teman pengunjung yang datang ke
WSC 2012 ini. Peserta lomba diberi waktu 1 jam
untuk mewarnai gambar yang diberikan. Hadiah
yang diberikan diantaranya goodie bags berisi
Buku, Kipas, dan Pulpen. Untuk beberapa peserta
yang beruntung bisa mendapatkan Buku Filateli.

Selain lomba tersebut, terdapat juga
lomba menempel prangko di peta. Anak-anak
diberikan prangko berlabel suatu negara, untuk
ditempelkan di peta dunia yang disediakan.
Untuk meramaikan suasana, digelar juga
penampilan paduan suara dari SD Al-Azhar
Cibubur, marawis oleh SDN 2 Ciputat, dan tari
saman.

BUAT PRANGKOMU SENDIRI – PRISMA

Ingin membuat prangko dari kreasi
kamu sendiri? Ayo datang ke booth PRISMA di
KIDZ Corner. Kamu bisa berfoto langsung di
booth yang telah disediakan, atau membawa foto
World Stamp Championship 2012
maupun gambar yang kamu inginkan.
Dengan biaya Rp. 20.000,- kalian akan
mendapatkan 8 buah perangko bernominal Rp.
1.500,-. Prangko tersebut bisa kamu gunakan
layaknya perangko biasa untuk berkirim surat.

Perangko Prisma adalah perangko yang
dapat menampilkan foto atau identitas lainnya
(logo, produk, lambang perusahaan, tulisan/
slogan bahkan tanda tangan atau apapun) yang
dikehendaki oleh pemesan, yang dicetak di atas
security paper seperti halnya kertas berharga.
So, tunggu apalagi, saatnya untuk pamer
wajah kamu di surat yang kamu kirim!

PRANGKO BATIK DAN WAYANG

Bagi para pecinta filateli, booth Pos
Indonesia hari ini meluncurkan pertama
kalinya perangko dengan berbahan dasar batik
dan wayang. Kedua perangko ini dibuat atas
kerjasama Castor di Perancis, Peruri dan PT.
Pos Indonesia. Ide kreatif ini bertujuan untuk
menambah kekayaan koleksi perangko langka
bagi para pecinta perangko.
Perangko batik yang diluncurkan adalah
batik Garutan. Terdiri dari 1 buah perangko
dengan nominal Rp. 20.000,- bermotif batik
Rereng Siki Banteng. Serta 6 buah perangko
nominal Rp. 5.000,- dengan motif batik Kerikil,
Cupat Manggu, Rereng Doktor, Sada Mukti, dan
Sapu Jagat.

Untuk Perangko berkarakter wayang,
perangko ini berbahan dasar kulit gunungan,
dengan gambar karakter Bima, Arjuna,
Yudhistira, Nakula, Sadewa, dan Pandawa Lima.


Menurut penanggung jawab booth Pos
Indonesia, kedua perangko berbahan dasar batik
dan wayang ini, merupakan inovasi dari PT. Pos
Indonesia dan diharapkan menjadi langkah awal
kreasi perangko unik lainnya.

Tourism Day”, is the theme on the day of the fourth
World Stamp Championship and Exhibition 2012.
The theme of today is related to the commiittee
agenda for the participants of the World Stamp
Championship 2012. The committee held a City
Tour to the Old City (Kota Tua), Jakarta. The aim
of the tour is to introduce the historic places
specially the Old City in Jakarta to the visitors
(commisioners, Jury, Exhibitors and booth
holders) from foreign countries and local also.

KIDZ CORNER

Still at the World Stamp Championship
2012. On the fourth day, the agenda at the Kidz
Corner were getting more exciting. In this day,
they are several games which held by Kidz
Corner. They were, “Creating Postcard Contest”
and “Coloring Contest”. The participants itself
consisted of the students from the public or
private elementary schools in Jakarta and
surrounding areas. Such as, Aisyiyah
Kindergarten, Islamic Baitul Maal Elementary,
Ch
Marawis from SDN 2 Ciputat
Chester Elementary, and Six Elementary School
in the West Java, Serang. In addition, there were
also friends and visitors who came to the World
Stamp Championship 2012.

In the other side, there were “Sticking a
Stamp Contest on the Map”. The children were
given a labelled stamp by the committee, and
they have to placed the stamp on the provided
world map. For cheering up the atmosphere,
there were performance from Al-Azhar
choir,Cibubur, Marawis from SDN 2 Ciputat and
also Saman Dance from Chester Elementary
School.

The committee of the Kidz Corner also
prepared for the prizes for the winner of the
games or the contest. The prizes were awarded
including goodie bag with book, fan and pen. For
some lucky participants can get a Philately Book.


MAKE YOUR OWN STAMP – PRISMA

If you want to make your own stamp, you
can come to the Prisma Booth at the Kidz Corner.
You can take pictures directly to the booth which
has been provided, or bring a picture that you
want it to be as a stamp. It is costed Rp 20.000,-
you will get 8 stamps (1 sheet). And you can also
sending a letter by this stamp.

Prisma Stamps is a postage stamp that
can display photos or other identity according to
the buyer wants.

So, what are you waiting for ? It is time to
show your face on the letter that you will sent.

BATIK and WAYANG STAMPS

For the lovers of philately, on this day
booth Pos Indonesia for the first time was
launched stamps which made from batik and
wayang material itself. Both stamps were made
in collaboration Castor in France, Peruri and Pos
Indonesia Company. The aim of this creative idea
is to increasing the variety of the rare stamp
collection.

The launched of batik stamp was batik
Garutan and the name of the pattern was called
Buffalo Rereng Siki. It consisted of 1 piece each
stamp with nominal Rp 20.000,-. And also there
are 6 stamps which different pattern. They
were called Batik Kerikil pattern, Cupat Manggu,
Rereng Doktor, Sada Mukti, and the last Sapu
Jagat pattern. All of those stamps, you can have it
in the booth Pos Indonesia.

For the Puppet (Wayang) stamp, it was
made by the kulit gunungan material. There
were also a picture of Bima, Arjuna, Yudhistira,
Nakula, Sahadeva, and the Five of Pandavas (all of
them are character of Indonesian puppet).

According to the people whose in charge
at the booth Pos Indonesia, the two stamps (Batik
and Wayang) was an innovation of the Pos
Indonesia Company. And hopefully it will be the
first step of the other unique stamps creations.




World Stamp Championship 2012

WORLD STAMP CHAMPIONSHIP INDONESIA 2012


Bulletin for Day 3 (Rabu, 21 Juni 2012)

WORLD STAMP CHAMPIONSHIP INDONESIA 2012

PERESMIAN PERANGKO DARI INDIA

India's Ambassador of Indonesia Mr Gurjit Singh.
Hari ketiga World Stamp Championship Indonesia 2012 pada tanggal 20 Juni 2012 di Jakarta
Convention Center memiliki tema “Pos Indonesia Day”. Pada hari ini diluncurkan perangko edisi khusus
hari ketiga bertema “Tari Saman”.

Pameran hari ini juga dimeriahkan dengan kedatangan Bapak Duta Besar India untuk Jakarta,
Bapak Gurjit Singh untuk meresmikan penerbitan 2 jenis perangko khusus dari India yang memiliki
desain bertema Sekhawati dan lukisan-lukisan Warli yang bernilai nominal masing-masing 5 dan 20
Rupee. Desain dalam perangko-perangko ini menunjukkan tradisi dan kebudayaan dari Rajasthan
dan Maharashtra serta merayakan kekayaan seni lukisan dari India. Dalam pidato singkatnya, Bapak
Gurjit Singh menyampaikan selamat kepada Persatuan Filateli Indonesia, Federation Internationale de
Philatelie, serta Kementrian Komunikasi dan Informatika atas kesuksesan acara ini dan berterima kasih
atas kerja sama yang serta baik dukungan dari pihak Pos Indonesia terhadap Pos India. Acara ini juga
dihadiri oleh Bapak Sukaton, mewakili Persatuan Filateli Indonesia, dan Ibu Meera Handa, salah satu
penanggung jawab booth India dalam pameran ini (booth No.66).

KIDZ CORNER

Booth Kidz Corner pada hari ketiga juga tidak kalah meriahnya. Siswa-siswi dari sekitar 10
sekolah yang terdiri dari anak-anak SD dan SMP, baik yang diundang secara khusus maupun tidak,
mendapatkan kesempatan untuk belajar membatik secara gratis. Menurut penanggung jawab Kidz
Corner, selain acara membatik, mereka juga mengagendakan sejumlah acara seperti “MINI POS” yang
bertujuan untuk mengenalkan anak-anak sekolah tentang bagaimana menjadi petugas di Pos Indonesia.
Selain itu ada juga “Lomba Cerita Perangko”. Dalam kegiatan ini setiap anak diberikan kesempatan
untuk bercerita tentang perangko yang khususnya memiliki tema tersendiri. Di area Kidz Corner juga
tersedia, “Foto Prisma Perangko”. Melalui perangko Prisma ini, pihak Pos Indonesia mempromosikan
sebuah layanan baru bahwa semua orang juga bisa membuat perangko sendiri sesuai karakter yang
diingini. Bahkan, kita juga bisa menjadi model perangko tersebut.
Cancelation Day 3
HALL A

Pada hari ketiga, para pengunjung juga disuguhkan dengan acara pembuatan songket
Palembang. Menurut Bapak Yusuf Efendi selaku pemilik kerajinan tersebut, masing-masing songket
memiliki nilai artistik yang berbeda-beda. Tentunya harga juga berbeda tergantung tingkat kesulitan
dan kualitas kain tersebut. Kerajinan Songket tersebut bisa kita lihat, tepat di panggung, bersebelahan
dengan booth Pos Indonesia.

World Stamp Championship Indonesia 2012


LAUNCHING CEREMONY OF THE STAMPS FROM INDIA

The third day Indonesia World Stamp Championship 2012 on June 20, 2012 at the Jakarta
Convention Center was themed "Pos Indonesia Day". Other than that, today, a special edition of stamp
themed "Tari Saman" was launched to honor the third day of the event.

The exhibition was also enlivened by the arrival of India's Ambassador to Republic of Indonesia,
Mr. Gurjit Singh to release two commemorative stamps from India. The stamps are inspired by
the design of Sekhawati and Warli paintings and are worth the nominal of 5 and 20 Rupees. The
beautiful design of the stamps shows the tradition and culture of Rajasthan and Maharashtra while
also celebrating the rich heritage of Indian paintings. In a short speech, Mr Gurjit Singh congratulated
Indonesian Philately Association, Federation Internationale de Philatelie, as well as the Ministry of
Communications and Information Technology on the success of this event and is grateful for the
Tenun Ikat
cooperation and good support from Pos Indonesia to Indian Post. The event has given the perfect
opportunity for philatelists from all over the world to be more familiar with the stamps and other
philatelic products from India. This formal ceremony was also attended by Mr. Sukaton, on behalf
of Indonesian Philately Association, and Mrs. Meera Handa, one of the booth holder of India in this
exhibition (booth No.66).

KIDZ CORNER

Kidz Corner Booth was also looking exciting. Students from about 10 schools consisting of
children of elementary to junior high school got a free opportunity to learn to make batik. According
to the person in charge of Kidz Corner, in addition to this batik event, the organizing committee also
scheduled a number of fun shows such as "MINI POS" which aims to introduce kids about how to
become officers in Pos Indonesia. There was also "Story Telling of Stamps Contest". In this activity, each
child is given the opportunity to tell you about a particular stamp which has such distinguished theme.
In the area, "Prisma Photo Stamps" was also available. Through the “Prisma” stamps, Pos Indonesia
is promoting the service for people to be able to create their own personalized or customized stamps
according to the character they want. Even, they can also become the model of the postage stamp.
Booth of PT Pos Indonesia.
HALL A

On the third day, the visitors were also entertained with Palembang’s songket-making event.
According to Mr. Yusuf Efendi as the owner of the craft, each songket has different artistic value.
Obviously the price is also different depending on the level of difficulty to create it and the quality of the
final product. Songket craft could be seen, right on the stage, next to the Pos Indonesia booth.

World Stamp Championship Indonesia 2012

Minggu, 29 Mei 2011

Bunga Kembodja Terima Ambulance dan Rp 10 Juta dari Pos.






Foto 1 : H. Marto WS, Ketua PPPos Wilsus KTPST didampingi H. Hanafi Kosasih, H. Tjetjep Djuhanda, H. Deddy Ruskanda.

Foto 2 dan 3 : Serahterima ambulance dan dana bantuan 10 juta rupiah.

Foto 4 : Sambutan oleh Ketua YBK dan Ketua Satgas Pemulasaraan Jenazah PPPos.

Foto 5 : Bagian dalam kendaraan ambulance.

Diawali dengan penyampaian surat nomor 31/YBK/BD/XII/2010 tanggal 20 Desember 2010, Yayasan Bunga Kembodja (YBK) Perwakilan Bandung yang dipimpin oleh H. Suprapto Suradji mengajukan permohonan bantuan mobil jenazah/ambulance kepada PT Pos Indonesia; Jawaban dari surat itu pada hari ini Selasa 24 Mei 2011 bertempat di kantor YBK Jalan Gedebage Selatan RT 01/RW 02 Kel. Rancabolang, Kec. Gedebage Bandung, Yayasan yang bergerak dibidang pelayanan kematian tersebut menerima bantuan sebuah mobil ambulance dan dana bantuan sebesar 10 juta rupiah yang diserahkan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana. Penyerahan tersebut disaksikan pula oleh Camat Gedebage, Ketua PPPos Wilsus Kantor Pusat, Marto WS beserta Pengurus PPPos lainnya, sesepuh insan pos H. Marsoedi MP, Direktur SDM dan Umum PT Pos Indonesia H. Entis Sutisna beserta staf. Bantuan kendaraan itu sangat bermanfaat bagi Yayasan Bunga Kembodja untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, bukan hanya untuk melayani pengangkutan jenazah, tetapi dengan adanya ambulance, yayasan tersebut dapat pula mengembangkan pelayanannya dengan menyediakan jasa antar jemput orang sakit dari rumah sakit ke tempat tinggalnya atau sebaliknya. Selama ini Bunga Kembodja sudah memiliki empat buah kendaraan mobil jenazah untuk menjemput mayit dari rumah sakit sampai mengantarkannya ke kuburan. Mobil jenazah tidak pernah digunakan untuk mengangkut orang sakit. Dengan adanya bantuan sebuah mobil ambulance, kedepannya yayasan ini bisa pula memberikan layanan pengantaran orang sakit.

Yayasan dana kematian Bunga Kembodja yang berstatus organisasi sosial, berkantor Pusat di Jalan Raya Pasar Minggu No. 19 Jakarta Selatan 12510, dipimpin oleh H.M. Zainuddin. Adapun Perwakilan Bandung dipimpin oleh Pelaksana Harian H. Suprapto Suradji yang juga sebagai anggota Legiun Veteran. YBK Perwakilan Bandung wilayah kerjanya meliputi Kodya Bandung, Kabupaten Bandung termasuk didalamnya Cimahi, Lembang, Rancaekek. Yang saat ini untuk wilayah Bandung keanggotaannya dikoordinir oleh 148 kelompok. Salah satu kelompok yang bernomor 120 adalah Kelompok Posindo yang dikomandoi oleh H. Satimin Abdurrachman. Khusus untuk kelompok Posindo sudah terdaftar 193 kartu anggota atau 345 jiwa tertanggung. Peserta dana kematian ini adalah pensiunan pos yang berdomisili di Bandung. Layanan Iuran Kematian bagi para pensiunanpos dilakukan oleh H. Deddy Ruskanda di Kp Cihapit dan oleh H. Chairul Anwar di Kp Asia Afrika pada setiap awal bulan. Sampai saat ini belum ada anggota YBK yang berasal dari pegawai pos yang masih aktif. Dengan demikian Kelompok 120 masih bisa mengembangkannya hingga melayani pegawai aktif. Yayasan dana kematian Bunga Kembodja melayani pemulasaraan jenazah untuk Muslim maupun untuk Kristen. Layanan YBK kepada para pensiunan pos sudah berlangsung sejak tahun 2006. Kerjasama ini dilandasi MOU YBK dgn Satgas Pemulasaraan Jenazah & Perhajipos tgl 9 Mei 2006 No. 020/YBK/BD/SP/V/2006; No. 05/Sat PJ/V/2006.

Perkembangan Keanggotaan YBK 2007 – 2011 untuk kelompok Posindo :

Tahun

Jml Kartu

Jml Jiwa

Meninggal

Mutasi

2007

139




2008

154

310

2

4

2009

172

342

3

4

2010

191

340

1


2011

193

345



Beberapa Layanan YBK untuk Anggota :

Perihal

Muslim

Kristen

Komisaris

1

2

3

4

Uang Pendaftaran

Rp 40.000,-

Rp 40.000,-

Bebas

Iuran Bulanan : Gol A

Gol B

50 th kebawah Rp 4.000,-

50 th keatas Rp 5.000,-

Rp 6.000,-

Bebas

Menerima Uang Duka Wafat :

Golongan A

Golongan B

Tidak Dapat

Rp 55.000,-

Tidak dapat

Rp 150.000,-

Menerima :

Uang Transport

Penyetoran Uang Iuran

Penyetoran uang pangkal

-

-

-

-

-

-

Rp 10.000,-

10 %

10 %

Layanan yang diterima anggota :

Kain kafan

Kapas

Tikar pandan

Air mawar

Bubuk cendana

Kapur Barus

Sabun mandi

Papan dinding Ari 12 lbr

Papan nisan

Bak mandi jenazah

Layanan memandikan

Mensholatkan

Memakamkan dan doa

Kendaraan jenazah

Potongan 10 % utk keluar kota,

Potongan 10 % utk peti.

Peti jenazah standar

Pinjaman kaki peti

Kain Putih

Kapas

Handuk

Sabun mandi

Sarung tangan

Kaos kaki

Tule Kristen perak special (Bordir Salib)

Papan salib

Kendaraan jenazah

Potongan 10 % uutk luar kota.

Potongan 10 % pembelian peti jenazah.

Idem:

2(Layanan untuk Muslim )

atau 3 (Layanan untuk Kristen)

Persiapan keluarga yang berduka yang tidak disediakan YBK :

Pengurusan tanah makam

Ruang utk memandikan

Bak Air, Ember, Gayung.

Kain batik panjang.

Handuk.

Bunga tabur.

Bunga ronce.

Pengurusan tanah

Bunga tabur.

Bunga Ronce.

Bunga salib .

Buket tangan.


Anggota yg tidak memanfaatkan

Layanan YBK, mendapatkan penggantian perawatan :

Usia 5 th kebawah

Usia 5 th keatas

Rp 40.000,-

Rp 50.000,-

Rp 80.000,-

Rp 130.000,-


Bantuan Pos Indonesia

Didasari untuk membina kedekatan hati nurani antara pegawai pos dengan masyarakat sekitarnya dimana keberadaan entity kantor pos yang tersebar mencapai kecamatan dan desa/kelurahan diseluruh Indonesia, maka PT Pos Indonesia berkewajiban menyisihkan sebagian keuntungannya untuk dikembalikan kepada masyarakat melalui program CSR. Dalam tahun 2011 ini perusahaan telah menganggarkan sebesar 3 milyar rupiah untuk program CSR-nya. Program tersebut meliputi :

1. Bidang Pendidikan berupa beasiswa, sumbangan sarana pendidikan, pelatihan kejuruan bagi remaja putus sekolah. (Kerjasama dengan lembaga usaha yang dimiliki oleh Pesantren/Koperasi Pesantren di wilayah Divre VII berupa pemberian sarana komputer untuk kegiatan usaha terkait. Dengan Universitas Negeri Semarang dalam hal pemberian pelatihan bagi pengusaha kecil di bidang pertanian).

2. Bidang kesehatan dan kesejahteraan berupa pengobatan bagi masyarakat miskin dan bantuan sarana kesehatan. (Kegiatan peduli kesehatan pensiunan berupa pengobatan gratis di wilayah Jakarta Barat dan Serang).

3. Bidang kebersihan dan keindahan lingkungan berupa tindak lanjut program penanaman 1 milyar pohon yang dicanangkan pemerintah. (Penghijauan berupa sumbangan 500 bibit pohon kepada Walikota Bandung, penanaman 800 bibit pohon buah-buahan dan pohon pelindung di kampus UNPAD Jatinangor dan penanaman bibit pohon langka di Kawasan Suci di Denpasar dalam program Bali Go Green).

4. Bidang seni budaya dan olahraga berupa pelestarian budaya dan seni.

5. Bidang keagamaan dan kepedulian sosial berupa bantuan untuk kegiatan dan bantuan sosial bagi masyarakat miskin dan korban bencana. (Bantuan kepada korban bencana alam di wilayah Yogyakarta, Aceh dan recovery pasca gempa di Padang serta daerah-daerah lainnya).

Disadari oleh PT Pos Indonesia bahwa masih banyak masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan dana. Disisi lain pos mengharapkan dimasa yang akan datang bisnisnya akan semakin maju dan memberikan keuntungan bagi PT Pos Indonesia. Sejalan dengan keuntungan yang meningkat maka akan semakin besar pula dana CSR yang bisa disisihkan oleh perusahaan untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, memohonkan bantuan do’a dari para hadirin yang datang pada acara tersebut. ”Mohon do’a dan dukungannya semoga Pos semakin maju bisnisnya”, demikian Ketut Mardjana.

Untuk memajukan bisnisnya, PT Pos Indonesia sudah menyiapkan Program Revitalisasi Pos Indonesia Tahun 2011 – 2015. Dengan motto barunya yakni ”On Time Every Time”, I Ketut Mardjana optimistis perusahaan yang dipimpinnya ini akan dapat meningkatkan pendapatannya. Bisnis intinya yakni Mail, Paket, Logistik dan Layanan Transaksi Keuangan serta Keagenan pada tahun 2015 diprediksi akan dapat mendongkrak pendapatan perusahaan. ”Saat ini perusahaan kami baru menguasai 13,5 persen pangsa pasar nasional bisnis mail. Ini masih dibawah perusahaan jasa titipan (penyelenggara pos swasta) TIKI, JNE yang bisa menguasai 23 persen market share. Untuk layanan kiriman surat dan dokumen, PT Pos mentargetkan bisa meraih 30 persen dari pasar kiriman surat pada 2015 y.a.d”, demikian Mardjana menegaskan.

Memang sangatlah menyedihkan sebuah Badan Usaha Milik Negara yang semula mempunyai hak memonopoli kiriman pos berupa suratpos, warkatpos dan kartupos, kini harus bersaing bebas dengan lebih dari 900 jasa titipan tanpa memiliki lagi hak monopoli. Namun pasar tetap harus direbut. Demikian penegasan Dirutpos. Untuk itu sudah dilakukan langkah-langkah perbaikan infra struktur bisnis, yaitu berupa pembenahan mail procesing berbasis Information Technology (IT Base); Pengembangan transportation; Hub point to point terutama untuk kiriman express tanpa harus melalui mail procesing center (MPC); Sosialisasi produk ke masyarakat internal dan eksternal; Peningkatan kualitas SDM dengan menanamkan budaya kerja perusahaan dan lain-lain.

Bicara tentang Culture, I Ketut Mardjana mengemukakan tentang ” Cinta Pos ” yang ditanamkan kepada karyawannya yaitu berupa singkatan dari Customer Oriented, Integrity, Network, Team work, Accountability, Profesional, Obsesi dan Spiritual.

Berkaitan dengan core bisnis jasa keuangan, I Ketut Mardjana menjelaskan bahwa bisnis ini akan terus dipertahankan. Apalagi PT Pos Indonesia mempunyai kekuatan jaringan layanan yang menjangkau daerah-daerah terpencil; Hal ini bisa disinergikan dengan bank-bank besar yang ingin juga mengembangkan layanannya hingga mencapai konsumen diplosok-plosok, PT Pos akan merangkul bank tersebut.

Berbeda halnya dengan layanan logistik. PT Pos akan membentuk anak perusahaan logistik agar bisa fokus menggarap bisnis ini, antara lain dengan menjadikan kantor-kantorpos sebagai gudang logistik.

Mengakhiri acara ini, Dirutpos didampingi Dir SDM dan Umum Pos serta Camat Gedebage berkenan meninjau peralatan/perlengkapan untuk pemulasaraan jenazah yang disediakan oleh Yayasan Bunga Kembodja. (Chairul Anwar/ Pengurus Satgas Pemulasaraan Jenazah)

Jumat, 13 Mei 2011

PENSIUNAN POS NYARIS MATI DUDUK


Bandung-Surabayawebs.com/H.Erry Budianto.

Foto : Layanan pemulasaraan jenazah yang diselenggarakan oleh PPPos Wilsus Kantor Pusat kerjasama dengan Yayasan Bunga Kambodja.

La Poste yang dikelola oleh H. Tjetjep Djuhanda memuat tulisan Haji Erry Budianto di Surabayawebs.com sebagai berikut :

Manfaat Pensiun (MP) selama dua belas tahun terakhir belum ada kenaikan yang signifikan, sementara tingkat inflasi tiap tahun rata-rata sepuluh persen dan kenaikan Sembilan bahan pokok (sembako) terjadi tiap saat, menyebabkan turunnya daya beli para pensiunan PT.Pos Indonesia. Bahkan “nyaris mati duduk” tak memiliki kemampuan ekonomi lagi.

Pensiunan PT.Pos Indonesia (Persero) kini menuntut kenaikan MP karena uang pensiunan yang mereka terima sudah tidak memadai lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditegaskan Ketua Umum Persatuan Pensiunan Pos Indonesia (PPPOS), Amir Marsudi, saat ini kondisi social ekonomi pensiunan pos sangat memprihatinkan. “Manfaat pensiun yang kami terima sangat rendah jika dibandingkan dengan pensiunan pegawai negeri sipil atau PNS,” ungkapnya kemudian.

Dikemukakan dia, pensiunan pos dengan pangkat tertinggi golongan IV seperti mantan Dirut Pos Indonesia, hanya menerima Rp.1,4 juta per bulan. Rata-rata pensiunan pos mendapatkan Rp.450.000 per bulan. Pensiunan terendah tiap bulan hanya menerima Rp.137.500 per bulan.

Dari sekitar 17.000 pensiunan Pos Indonesia, golongan IV mencapai 45%, golongan II s/d III sebanyak 29% dan golongan I sebanyak 24%.

Menurut Amir, kondisi tersebut membuat pensiunan pos menjerit karena amat sulit untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin tinggi. Para pensiunan pos ini sudah sepuluh tahun lebih memperjuangkan kenaikan MP mereka. Mulai mengadukan nasibnya kepada Direksi PT.Pos Indonesia secara formal maupun non formal. Juga kepada Menneg BUMN dan kepada Presiden. “Tapi sejauh ini belum ada hasilnya,” keluh dia.

Padahal, jelas Amir, pensiunan pos itu banyak mengabdi kepada Negara. Baik itu sebagai pejuang di masa revolusi kemerdekaan RI, bertugaskan di pelosok-pelosok desa di seluruh Bumi Pertiwi dan sampai ke lokasi-lokasi transmigrasi yang tidak memiliki insfrastruktur yang memadai. “Pegawai pos juga bekerja tiap hari di daerah-daerah perbatasan dalam upaya menjaga kedaulatan NKRI,” katanya.

Oleh sebab itu PPPOS akan mengadukan nasib anggotaya ke DPR RI sekaligus meminta bantuan untuk meningkatkan MP pensiuan pos. Ini ,katanya, dilakukan karena para pensiunan pos di seluruh Indonesia yang totalnya berjumlah 16.019 orang, hidupnya saat ini sungguh memprihatinkan. “Lebih dari 90% pensiunan pos ini mengandalkan uang pensiunan yang sangat kecil itu,” tutur Ketum PPPOS ini.

Direktur Kepesertaan dan Umum Dana Pensiun Pos, Mohammad Sabarudin, membenarkan belum ada besaran kenaikan uang pensiunan pos. Sampai kini, katanya, pihaknya belum menerima tambahan setoran dari manajemen pos untuk menaikkan MP.

Setiap tahun, kata dia, Dana Pensiun Pos (Dapenspos) membutuhkan Rp.87 miliar untuk memenuhi MP. Dapenpos menerima dari manajemen pos sebesar Rp.27 miliar setiap tahun dan sisanya ditutup dari hasil usaha empat anak perusahaan dan sumber lain.

Menurut Sabarudin, untuk menaikkan MP tersebut harus hati-hati karena besarannya cukup signifikan. Namun dia, percaya jika kemampuan keuangan PT.Pos Indonesia meningkat, MP untuk pensiunan pos akan dinaikkan.

Sementara itu Dirut PT.Pos Indonesia Ketut Mardjana dalam suratnya kepada PPPOS tertanggal 20 April 2011, menyatakan, pihaknya sudah mencari berbagai cara untuk meningkatkan MP pensiunan pos. Tapi dari hasil analisis dan perhitungan, semuanya berbuntut kepada kebutuhan dana yang sangat besar. Triliunan rupiah.

Disebutkan Ketut, PT.Pos Indonesia ternyata tidak memiliki dana sebesar itu. Terlebih lagi dari hasil valuasi MP penisunan sampai 31 Desember 2010, pihaknyha masih defiisit Rp.36,7 miliar. Sebab tidak bisa dipenuhi perusahaan, BoD lalu mengajukan usulan bantuan kepada pemerintah.

Diakuinya Oktober 2010 Direksi Pos Indonesia mengirim surat kepada Menko Ekonomi dengan tembusan pada menteri terkait. Lalu 25 Januari 2011 melakukan pertemuan dengan Dapenpos dan Deputy Uurusan BUMN. Pada 22 Februari 2011 manajemen pos sudah mengirim TOR usulan peningkatan kesejahteraan pensiunan pos sesuai hasil pertemuan sebelumnya. “Kami sudah berusaha optimal agar MP pensiunan PT.Pos Indonesia bisa naik,” aku Ketut Mardjana.

http://Bandung-Surabayawebs.com/H.Erry

Bandung-Surabayawebs.com

KRONOLOGI PERUBAHAN STATUS KEPEGAWAIAN.


Oleh :

Mohammad Sabarudin (Direktur Kepesertaan dan Umum Dana Pensiunan Pos Indonesia)

Sumber : La Poste Dikutip oleh : Chairul Anwar (14/5/11)

Sebagaimana dimuat dalam La Poste hari ini, Moh. Sabarudin menulis tentang Kronologi Perubahan Status Kepegawaian Pegawai Pos, Penugasan pemerintah kepada perusahaan PT Pos Indonesia yang diemban oleh para pegawainya, Dampak dari penugasan pemerintah tersebut, Kondisi sulit yang dialami oleh perusahaan, gambaran nyata para pensiunan pos, Harapan yang diinginkan dan usulan. Dibawah ini kami kutipkan tulisan tersebut.

Foto samping, gambaran loket pembayaran pensiunan yang selalu dipenuhi para pensiunan pada saat-saat pembayaran diawal bulan.


Berdasarkan beberapa contoh Surat Keputusan Pengangkatan (SKP), dapat disimpulkan bahwa semasa perusahaan berstatus Jawatan PTT sampai menjadi Perum Pos dan Giro, para pegawai berstatus Pegawai Negeri yang digaji berdasarkan PGPN dan PGP Pos dan Giro di mana dasar gaji pokoknya sama dengan PNS.

Namun sejak status perusahaan berubah menjadi perseroan terbatas (PT) yang 100% sahamnya dimiliki pemerintah, status kepegawaiannya seharusnya sebagai “Pegawai Pemerintah”. Tapi gaji pokoknya tidak mengikuti standar PNS.

Setelah pegawai Pos dan Giro menjalani pensiunan, maka status kepensiunannya antara lain yang tadinya diangkat sebagai PNS yang berasal dari pensiunan PN Postel atau pensiunan PN Pos dan Giro atau pensiunan Perum Pos dan Giro atau pensiunan PT.Pos Indonesia (Persero).

Sedangkan yang diangkat sebagai pegawai PN.Postel, maka yang bersangkutan dipensiunkan sebagai pensiunan Perum Pos dan Giro atau pensiunan PT.Pos Indonesia (Persero). Lalu yang diangkat sebagai pegawai PN Pos dan Giro, dipensiunkan sebagai pensiunan Perum Pos dan Giro atau pensiunan PT.Pos Indonesia (Persero).

Adapun yang diangkat sebagai pegawai Perum Pos dan Giro, maka dipensiunkan sebagai pensiunan PT.Pos Indonesia (Persero). Lalu untuk janda, duda dan anak bisa mencakup semua status pensiunan tersebut di atas.

PENUGASAN PEMERINTAH KEPADA POS INDONESIA.

Sebagai salah satu Jawatan Pemerintah yang tertua di Indonesia (Tahun 1874), maka Pos mendapatkan banyak penugasan dan amanat oleh Pemerintah untuk melaksanakan berbagai kepentingan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan Negara.

Sebagaimana diamanatkan oleh GBHN maka pelayanan Pos hadir secara fisik di seluruh pelosok Nusantara dari Sabang sampai Merauke, melalui pembangunan gedung kantor, kendaraan Pos Keliling, Pos Desa, Agen Pos dan berbagai bentuk pelkayanan di lokasi-lokasi transmigrasi.

Berbagai penugasan pemerintah yang dilaksanakan oleh insane pos dengan penuh pengabdian sejak dulu itu antara lain pembayaran Gajhi dan Pensiunan PNS/TNI/POLRI termasuk pegawai PTT (dokter yang bertugas di daerah-daerah terpencil). Selain itu juga melaksanakan penerimaan pajak dan retribusi. Termasuk penjualan Benda Materai dan Akta Agraria. Pemungutan iuran televise dan radio.

Tugas lainnya, meliputi pengiriman surat, paketpos baik untuk kepentingan indiividu maupun pemerintah/lembaga Negara ke seluruh pelosok tanah air. Juga termasuk kiriman Pemilu. Dan, termasuk pula penyaluran bantuan jaminan hidup dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) serta berbagai bantuan pemerintah kepada masyarakat.

DAMPAK DARI PENUGASAN PEMERINTAH.

Sebagai dampak dari penugasan pemerintah tersebut, Pos menjadi sebuah BUMN “Merah Putih” yang tidak sehat dan bahkan dianggap tidak efisien pengelolaannya. Terutama bila dikaitkan dengan tuntutan persaingan. Kondisi yang membelenggu Pos Indonesia dalam kurun waktu dua decade tersebut adalah Pos merupakan BUMN padat karya dengan jumlah pegawai mencapai sekitar 35.000 orang di tahun 1990 dan hampir 80% merupakan pegawai berpendidikan SD/SMP. Biaya pegawai mencapai sekitar 65% anggaran biaya perusahaan.

Selain itu Pos merupakan BUMN dengan jaringan terluas, tidak kurang dari 4.000 kantor Pos dan 20.000 fasilitas fisik layanan tersebar di seluruh pelosok negeri yang indah ini dan cantik ini. Luas jaringan tersebut tentunya membutuhkan biaya besar untuk pengadaan sarana dan prasarana kerja, biaya perawatan serta biaya operasional guna menghubungkan antara titik layanan. Kebutuhan anggaran terkait dengan operasional setiap tahunnya menyerap tidak kurang dari 25% dari total anggaran Pos.

Pos menjadi BUMN yang rendah kemampuannya meraih laba usaha. Sebagai BUMN yang menjalankan pelayanan masyarakat, pemerintah menetapkan kebijakan tariff murah bagi layanan pos dan tariff tunggal yang berlaklu untuk seluruh Indonesia.

Hal itu tentunya membuat Pos tidak mampu menghasilkan pendapatan yang memadai untuk membiayai pegawai, operasional, penelitian dan pengembangan sekaligus meraih laba yang bisa digunakan untuk pengembangan dan meningkatkan kesejahteraan pegawai serta pensiunannya.

KONDISI SULIT YANG DIALAMI POS INDONESIA.

Karena kondisi seperti yang diuraikan di atas, Pos mengalami kondisi sulit. Antara lain belum mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai dan pensiunan secara fundamental. Sebab keterbatasan kemampuan perusahaan. Oleh sebab itu, upaya peningkatan kesejahteraan pegawai dan pensiunan yang dilakukan bersifat jangka pendek dan tidak menyentuh pada aspek fundamental jangka panjang.

Peningkatan penghasilan ditempuh melalui pemberian berbagai tun jangan intensif dan bonus tok. Kenaikan gaji pokok bagi pegawai yang akan menjadi dasar perhitungan manfaat pension ditempuh dengan sangat hati-hati dengan besdaran prosentase ^5 saja setiap 2 tahun. Hal ini breakibat rendahnya penghasilan pension karena kecilnya gaji pokok pada saat mereka masih aktif.

Selain itu juga dikarenakan kurang kemampuan untuk membiayai perawatan dan pemeliharaan gedung kantor dan sarana/ gedung prasarana operasional. Juga kurang kemampuan untuk melakukan pengembanmgan pelayanan khususnya dalam pemanfaatan teknologi. Sehingga Pos kurang mampu bersaing tidak hanya dilayanan pengiriman surat/barang tapi juga dilayanan Jasa Keuangan.

KONDISI PENSIUNAN POS INDONESIA SAAT INI.

1. Pensiunan Pos Indonesia terdiri dari pensiunan pegawai:

a. Djawatan Pos, Telegraf dan telepon (PTT) unsure Pos.

b. Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel;) unsure Pos.

c. Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro)

d. Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum Pos dan Giro)

e. PT.Pos Indonesia (Persero).

f. Janda, duda dan anak dari pensiunan butir a s/d e.

2.Pensiunan Pos Indonesia sejak tahun 1988 dikelola oleh Dana Pensiunan Pos yang merupakan Dana Pensiun Pemberi Kerja dengan program pension manfaat pasti.

3.Pensiunan Pos Indonesia posisi Juli 2010 berjumlah 16.019 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

4.Jumlah pensiunan Pos Indonesia berdasarkan pangkat/golongan didominasi oleh lulusan pendidikan SD/SMP golongan 1/a s/d II/a.

5.Besar uang Manfaat Pensiun Normal terendah adalah Rp.226.700 untuk golongan 1/a dan tertinggi Rp.1.413.500 untuk golongan IV/e.

6.Pensiunan Pos Indonesia berdasarkan besar uang manfaat pension, antara lain dari jumlah pensiunan sebanyak 16.019 orang itu yang menerima manfaat pension < Rp.500.000 berjumlah 9.198 orang. Yang menerima manfaat pension >Rp.500.000 s/d Rp.1.000.000 berjumlah 6.667 orang. Yang menerima manfat pension > Rp.1.000.000 berjumlahj 154 orang.

7.Selama ini gaji pokok yang menjadi dasar perhitungan manfaat pension hampir tidak pernah dinaikkan dan apabila dinaikkan tidak secara signifikan.

8.Kenaikan 6% per dua tahun sekali sebagai realisasi UU No.11 Tahun 1992 pasal 25 sangat ketinggalan oleh inflasi yang rata-rata 10 tahun terakhir menunjukkan angka 10% per tahun.

9.Walaupun ada eskalasi seperti di atas, tapi PDP (Penghasilan Dasar Pensiunan) tidak pernah disesuaikan dengan adanya perubahan gaji yang dialami pegawai aktif.

10.Pemberian pension bulan ke 13 tidak pernah ada. Karena berdasarkan UU No.11 Tahun 1992, tidak ada satupun pasal yang memungkinkan pemberian manfaat pensiun ke 13.Sehingga di PDP (Peraturan Dana Pensiun) yang ada selama ini tidak dimasukkan.

11.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, kondisi fisik dan psikis Pensiunan Pos Indonesia secara ekonomis sangat memprihatinkan dan sangat tidak layak. Padahal insane-insan Pos Indonesia ini sejak masa Kemerdekaan RI ikut berjuang bersama para pejuangn nasional lainnya dan kemudian diakui oleh pemerintah sebagai Agen Pembangunan dan Abdi Negara, kini merana. Karena pemerintah sudah tidak peduli lagi. Ibarat Habis Manis Sepah Dibuang!

Mereka terbelenggu oleh Peraturan Perundangan tentang Dana Pensiun, kondisi keuangan perusahaan Pos Indonesia sebagai pendiri Dana Pensiun, tidak banyak membantu Pensiunan Pos Indonesia dalam, menanggung beban ekonomi yang semakin hari semakin berat dan tekanan inflasi yang tinggi.

Kondisi tersebut sangat ironis jika dibandingkan dengan para Abdi Negara lainnya yang tergabung dalam Pensiunan PNS yang dapat menikmati masa tuanya dengan selalu memperoleh fasilitas pemerintah berupa penyesuaian uang pensiunan untuk mengimbangi inflasi yang tinggi.

KONDIISI PENSIUNAN POS INDONESIA YANG DIINGINKAN.

Kondisi pensiunan Pos Indonesia yang diinginkan adalah kondisi pensiunan yang hidup layak dari besaran Manfaat Pensiun yang diterima setiap bulan yang dapat memenuihi kebutuhan hidup sehari-hari baik itu sandang maupun pangan secara sederhana. Minimal sama dan setara dengan pensiunan PNS.

KESIMPULAN DAN USULAN.

1.Kesimpulan .

Dari uraian tersebut di atas, kiranya jelas bahwa kiprah seluruh pegawai perusahaan Pos serta tugas dan tanggungjawabnya sangat besar dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan Kesatuan Bangsa dan Keutuhan NKRI. Seimbang dan sejalan dengan perjuangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan berbagai Peraturan Perundanmgannya. Baik itu Peraturan Kepefawaian maupun Peraturan lainnya.

Pasalnya, kondisi Pensiunan Pos selama ini sangat memprihatinkan dengan besaran uang pensiunan justru jauh di bawah uang pensiunan bulanan yang diterima pensiunan PNS.

2.Usulan.

Berdasarkan pemaparan ini diharapkan kondisi yang setara dengan PNS hendaknya dapat terwujud. Realisasinya antara lain:

a. Manfaat Pensiun Pos Indonesia dinaikkan menjadi setara dengan pensiunan PNS. Termasuk penerimaan lainnya seperti Manfaat Pensiun bulan ke 13.

b. Setiap tahun disesuaikan untuk mengimbangi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Termasuk ljasa layanan Pemerintah (TDL,Gas, PDAM, Transportasi dsb) sebagai dampak inflasi dan atau kebijakan pemerintah.

c. Agar pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI) melakukan perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiunan beserta peratuiran pelaksanaannya agar memungkinkan adanya pemberian manfaat pensiun pensiunan Pos Indonesia setara dengan pensiun PNS